Selasa, 11 Februari 2014

Membedakan Lego Asli dengan yang Palsu

LEGO berusaha untuk melampaui harapan penggemarnya. Karena itu set permainannya selalu ditunggu dan diburu. LEGO juga tanggap terhadap apa yang sedang trend, misalnya dengan menciptakan set Harry Potter, Star Wars dan Indiana Jones. Saat ini karena anak-anak lebih akrab dengan dunia digital, mereka juga menciptakan LEGO robot, video games, film kartun untuk televisi, dan aplikasi untuk gadget. Untuk dunia nyata, terdapat baju LEGO, toko jual LEGO & brick dan LEGOLAND, sementara ini yang paling dekat berada di Malaysia. Berikut ini ada beberapa hal yang dilakukan oleh LEGO dalam menghadapi para plagiatornya antara lain:

1. Kualitas

Sama seperti ahli wine yang dapat membedakan mana wine yang baik dan mana yang tidak, penggemar LEGO juga dapat membedakan kepingan yang dia pegang itu asli atau bukan. Kepingan LEGO yang asli terasa lebih halus, dengan sudut siku-siku tapi tak tajam, warna yang mengkilat, dan jika dipasang, kepingan itu gampang pula dilepas. Perbedaan ukuran sebagai standar kualitas yang diijinkan hanya 10 mikrometer. Berbeda dengan yang palsu, sudah sulit memasangnya, melepasnya apalagi. Bukannya refreshing, malah tambah stress. Setiap keping LEGO juga dilapisi dengan Saliva, zat yang serupa dengan air ludah manusia, agar aman saat terjilat anak - anak dan melindungi cat dari pengelupasan.

2. Tanda

Setiap kepingnya mempunyai tulisan LEGO, bahkan di tonjolan-tonjolan kecil berdiameter 5 milimeter, atau di ujung linggis mini yang hanya 2 milimeter. Kalaupun tidak ada di atas, bisa dicek bagian bawah, ada yang berupa nomor. Plagiator, cukup malas dan pelit untuk bersusah payah memberi tanda pada produknya, demi menekan biaya produksi mereka.

3. Inovasi

Sementara para follower sibuk memproduksi set mainan LEGO yang sudah keluar, para staff di bagian R&D LEGO sedang sibuk menciptakan produk baru. Dari tayangan Megafactories LEGO yang diputar oleh National Geographics, para ahli desain tersebut menghabiskan waktu menciptakan keping baru yang dapat digunakan untuk beragam set permainan. Set permainanpun juga dipikirkan benar kemudahan perangkaian, pembongkaran, dan kekuatan hasil akhirnya. Karena itu rancangan bukan hanya digambar saja, namun diwujudkan dalam bentuk nyata agar bisa dicoba. Bisa dibayangkan berapa biaya percobaan ini  untuk mengoperasikan mesin Stereolithography. Misalnya saja inovasi dalam lego dikombinasikan dengan bisnis jual puzzle.


4. Tidak pelit ilmu

Dalam tiap set permainannya, terdapat manual book yang cukup jelas, berwarna-warni dan mudah diikuti keterangan langkah-langkah perangkaian. Selain itu, manual book tersebut bisa didownload dari website www.lego.com dalam versi PDF.

Memang selalu terbuka kemungkinan pesaing akan meniru keping per keping yang ditampilkan dengan jelas di sana. Tapi LEGO tetap percaya diri dan lebih memperhatikan kenyamanan penggemar. Akibatnya, banyak yang semula tidak tahu menjadi tertarik, kemudian mencari set permainan tersebut di pasaran. Satu langkah yang kelihatannya bakal merugikan, tapi berhasil memenangkan good will dari calon pelanggan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar