Cukupunik.com - Edi Syahputra yang juga admin dari Triomacan2000 ditangkap polisi saat berada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan usai menerima uang hasil pemerasan. “Dia kami tangkap saat menerima Rp 50 juta dari karyawan pelapor,” ujar Kasubdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Hilarius Duha, Rabu (29/10/2014).
Pemilik akun Twitter TrioMacan2000 sebelumnya ini dilaporkan oleh petinggi PT Telkom karena melakukan pencemaran nama baik lewat sosial media Twitter tersebut. “Namun setelah mencemarkan nama baik, ujung-ujungnya meminta uang,” katannya.
Merasa jengkel karena hal tersebut, pelapor kemudian melaporkan akun @TrioMacan2000 ini ke Polda Metro Jaya. Ketika diminta memberikan sejumlah uang, polisi kemudian meminta pelapor untuk memancing sang tersangka.
Edi yang juga adik dari Raden Nuh ini disergap polisi pada hari Senin (27/10), ia tak berkutik lagi ketika menerima uang dari pelapor.
Raden Nuh ditangkap polisi di sebuah rumah kos yang diduga adalah milik teman perempuannya di Jalan Tebet Barat Dalam 5, Jakarta Selatan. Pria yang diduga sebagai administrator serta otak dibalik akun Triomacan2000 ini ditangkap atas dugaan pemerasan serta tindak pidana pencucian uang yang berdasarkan atas laporan Abdul Satar.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Aris Budiman membenarkan adanya penangkapan Raden Nuh ini. “Benar, yang bersangkutan sudah kami amankan,” ujar Aris, Minggu (2/11/2014).
Sebelum menangkap Raden Nuh, polisi juga telah meringkus rekannya lebih dulu yaitu Herry Koes.
Sebuah kantor media online yang beralamat di Jl Tebet Barat Dalam V No 26 RT 09/04 Tebet, Jaksel digeledah polisi. Kantor yang dicurigai sebagai markasnya Triomacan2000 itu didapatkan sejumlah barang bukti yang mengidentifikasikan Raden sebagai operator akun dari @TrioMacan2000, di antaranya, empat unit telepon seluler dan satu unit komputer tablet jenis Galaxy Tab serta dua CPU.
“Tadi kami melakukan penggeledahan di ruang kerja para tersangka di lantai 2, hanya ada dokumen-dokumen saja yang kami temukan,” ujar Kanit V Cyber Crime Kompol Riberto, Senin (3/11/2014).
Beberapa bukti kuat telah dimiliki Polisi seperti percakapan via BlackBerry Messenger hingga transfer rekening. “Ada bukti percakapan via BBM yang dikirim tersangka Raden kepada Abdul Satar. Minta sekian-sekiannya juga ada,” ujar Kanit V Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Roberto Pasaribu, Selasa (4/11/2014).
Selain transfer via rekening, ada juga uang tunai yang diserahkan secara langsung kepada Harry dan Raden yang disaksikan oleh saksi. “Kalau yang ditransfer rekening itu ada nominalnya Rp 5 juta dan Rp 3 juta dari total Rp 358 juta yang diminta mereka,” kata Roberto.
Tak hanya itu, uang sebesar Rp 50 juta sebelumnya juga sudah diserahkan oleh A, sopir pribadi Satar kepada tersangka Harry Koes tanggal Agustus 2014 di sebuah cafe di Tebet, Jaksel. Sedangkan Rp 300 juta lagi, diserahkan oleh Satar pada Raden Nuh yang dia kenal sebagai teman dari Harry Koes.
“Uang tersebut diberikan dengan harapan agar postingan di Twitter dihapus, tetapi sampai Oktober 2014 tidak dihapus,” tuturnya.
Selain bukti percakapan melalui BlackBerry Messanger, Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Hilarius Duha juga menyatakan bahwa pihaknya telah memiliki bukti rekaman pecakapan antara Raden Nuh Cs tersebut.
—
Admin Triomacan2000 Raden Nuh, Edi Syahputra & Herry Koes Resmi Ditahan Polisi
http://cukupunik.com/admin-triomacan2000-raden-nuh-edi-syahputra-herry-koes-resmi-ditahan-polisi/
This post was made using the
Auto Blogging Software from
WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.