Rabu, 29 Januari 2014

Lego & Brick Tak Hanya Milik Anak-anak saja

Siapa yang tak kenal permainan brick ? Pastinya untuk saat ini banyak yang  sudah tahu Permainan balok-balok yang disusun ini memang sering kita beli untuk dijadikan hadiah atau pun oleh-oleh bagi buah hati kita.

Dalam perkembangannya, brick memiliki banyak merek mulai K’Nex, Mega Blocks, atau pun Lincoln Logs. Nah, merek yang paling legendaris dari mainan konstruksi seperti ini, sudah jelas, adalah Lego. Namun, siapa yang menyangka, ternyata permainan ini tidak hanya disukai oleh anak-anak.Mainan yang berbahan dasar plastik ini ternyata juga digemari orangtua.

Coba saja tengok Komunitas Brick Indonesia, komunitas ini ternyata beranggota orang-orang yang sudah tak anak-anak lagi. Contohnya seperti Victor F. Indrabuana (32). Menurutnya rata-rata umur anggota yang tergabung dalam komunitasnya adalah orang-orang yang berumur 25 tahun hingga 40 tahun,” Rata-rata anggota yang tergabung dalam komunitas ini sudah berkeluarga.”kata Victor yang juga merangkap sebagai ketua komunitas ini

Komunitas ini berdiri dari sebuah acara cuci gudang produk Lego yang dilakukan PT ALJ Trading Indonesia (pemegang merek Lego di Indonesia) di tahun 2007. Nah, dalam acara tersebutlah Victor dan penggemar brick lainya bertemu utuk yang pertama kalinya.

Dari pembicaraan di tempat tersebut ikatan pertemanan pun berlanjut, dan akhirnya mereka sepakat untuk membentuk sebuah komunitas yang dapat mewadahi hobi mereka dalam bermain brick. “Setelah tiga tahun berdiri, jumlah anggota kita yang terdaftar di milis mencapai ratusan orang, namun yang aktif dan sering berkumpul mengikuti acara hanya 30-an orang saja,” kata Victor.

Menurut Victor, kegiatan komunitasnya sejauh ini lebih banyak dihabiskan di dunia maya. Hal ini terjadi karena kesibukan masing-masing anggotanya yang menjadi kendala bagi mereka untuk melakukan kopi darat, “ Kita biasanya berkumpul, ketika ada event pameran,” kata Victor.

Sebenarnya, menurut Victor, penggemar Lego di Indonesia sangat banyak. Jauh lebih banyak dari jumlah anggota komunitas itu. Buktinya, ketika Lego Indonesia mengeluarkan seri Batman, dari 160 anggota Klub Lego hanya tiga orang yang memiliki seri ini. Sementara, yang lainnya tidak diketahui siapa pembelinya. "Berarti, masih banyak sekali penggemar Lego yang tidak ikut dalam klub," ujar Victor.

Lalu kenapa mereka begitu tergila gila dengan mainan balok plastik tersebut ? Menurut Victor, sulit baginya untuk mengungkapkan dengan kata-kata kenapa dirinya bisa “kepincut” dengan permainan brick ini. Namun yang pasti dengan bermain brick ini ia dapat menghilangkan kepenatan sehabis bekerja di kantor.

Menurut Victor, banyak keuntungannya bagi seseorang jika bermain brick. Selain dapat melatih kreativitas seseorang, ternyata brick juga bisa dijadikan investasi yang menggiurkan. “Semakin langka brick, maka semakin mahal harga jual lego & bricknya,” kata Victor

Bagi Victor dan penyuka brick lainnya, salah satu faktor yang membuat mereka begitu mencintai permainan ini karena melalui balok plastik ini ia bisa membuat beragam bentuk yang disukai.  Mulai dari robot, kapal, gedung bertingkat hingga kendaraan roda tiga bajaj.

Sekedar informasi, komunitas mereka ternyata pernah juga mendapat penghargaan Muri.  Saat itu mereka  bekerja sama dengan Lego berhasil mencatat rekor membuat sebuah kota dengan ukuran sangat besar, mencapai 11,49 meter persegi kali 11,49.

Di dalam kota tersebut terdapat  bangunan gedung bertingkat, kantor polisi, pemadam kebakaran, stasiun kereta api, monorel, hingga Jam Gadang dari Bukittinggi. Kota Lego yang didirikan di tengah Senayan City tersebut menghabis setidaknya 300 ribu keping brick serta 50  ribu komponen pendukung seperti pohon, bunga, dan tumbuh-tumbuhan. Tak hanya lego & brick saja yang sedang laku dipasaran, ada beberapa hobi yang bisa dijadikan bisnis seperti jual puzzle yang sedang diminati saat ini, dan masih banyak jenis hobi mainan yang bisa dijadikan peluang berbisnis. Demikian artikelnya semoga berguna :)

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar